Kamis , Juni 13 2024

1.1.a.8. Koneksi Antar Materi – Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

1.1.a.8. Koneksi Antar Materi – Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

Nama                    : Heri Herman
Unit Tugas           : SMPN 1 Banjarwangi
Tugas                    : Modul 1.1.a.8
PGP                       : Angkatan 9
Pasilitator            : Rio Nurhakim, M.Pd
Pengajar Praktik: Cepi Rahmansyah, S.Pd

SEBUAH KESIMPULAN DAN REFLEKSI PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN BARU YANG DIPELAJARI DARI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA

Kesimpulan dan refleksi atas pemikiran Ki Hadjar Dewantara, kita dapat memahami pentingnya pendidikan dalam memerdekakan manusia dan bangsa Indonesia. Ki Hadjar Dewantara memandang pendidikan sebagai sarana untuk membebaskan manusia dari ketergantungan pada orang lain, baik secara fisik maupun mental. Manusia merdeka adalah mereka yang mampu mandiri dan memuliakan diri sendiri serta orang lain.
Pemikiran Ki Hadjar Dewantara juga menekankan pentingnya pendidikan yang mengakui dan menghargai kodrat atau potensi yang dimiliki oleh setiap anak. Tujuan pendidikan seharusnya adalah membimbing anak-anak agar mereka dapat mencapai tingkat keselamatan dan kebahagiaan yang tertinggi, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat.
Ki Hadjar Dewantara memegang peran penting dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia dengan visi dan pemikirannya tentang pendidikan. Pemikirannya mengenai pembebasan manusia, baik secara lahir maupun batin, melalui pendidikan yang memberikan kemandirian dan kemampuan untuk mengatur hidup sendiri sangat relevan dan berharga.
Pendekatan Ki Hadjar Dewantara terhadap pendidikan dapat dibandingkan dengan peran seorang petani atau tukang kebun. Anak-anak diibaratkan sebagai biji tanaman yang ditanam dalam tanah subur dengan perawatan yang baik oleh pendidik. Hal ini menekankan pentingnya lingkungan dan perhatian yang diberikan kepada anak-anak dalam proses pendidikan mereka.
Dalam konteks ini, pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang membantu anak-anak mencapai potensi terbaik mereka dalam hidup, baik secara pribadi maupun sebagai anggota masyarakat. Ki Hadjar Dewantara percaya bahwa pendidik harus mendorong perkembangan alami anak-anak dan membantu mereka mengembangkan kekuatan kodrat mereka sendiri.
Selanjutnya, tujuan utama pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara adalah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya bagi anak-anak sebagai individu dan anggota masyarakat. Pendidikan yang benar dapat membantu mereka tumbuh menjadi manusia yang merdeka baik secara fisik maupun mental.
Dengan demikian, pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah landasan yang kuat bagi pendidikan di Indonesia dan menjadi inspirasi bagi banyak pendidik dan pemikir pendidikan di seluruh dunia. Melalui pendekatan ini, bangsa Indonesia dapat terus memerdekakan dirinya sendiri melalui pendidikan yang memberdayakan generasi muda untuk menjadi individu yang mandiri dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda mempelajari modul 1.1?
Sebelum mempelajari Modul 1.1, pandangan saya tentang murid dan pembelajaran di kelas mungkin berbeda. Ki Hajar Dewantara telah menyampaikan pandangannya tentang Dasar-dasar Pendidikan. Menurutnya, tujuan utama pendidikan adalah membimbing anak-anak agar mencapai tingkat keselamatan dan kebahagiaan yang paling tinggi. Pendidik hanya dapat membantu mengembangkan kekuatan alami yang ada pada anak-anak untuk memperbaiki perilaku dan pertumbuhan mereka, bukan menggantikannya. Ki Hajar Dewantara ingin mengingatkan para pendidik bahwa pendidikan seharusnya membantu anak mencapai potensi alami mereka sesuai dengan tuntutan alam dan perkembangan zaman.
Ki Hajar Dewantara juga meyakini bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab. Pendidikan bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang tempat di mana nilai-nilai kemanusiaan dapat tumbuh dan diwariskan.
Berdasarkan pandangan ini, sebagai seorang pendidik, saya merasa bahwa selama ini mungkin belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan anak-anak dalam pembelajaran. Mungkin pembelajaran saya sebelumnya lebih berfokus pada mentransfer pengetahuan saja, tanpa mempertimbangkan kodrat alam dan kondisi zaman yang mereka alami.
Ki Hajar Dewantara juga mengingatkan para pendidik untuk tetap terbuka terhadap perkembangan zaman, sambil berhati-hati bahwa tidak semua hal baru selalu baik. Guru, sebagai agen perubahan, seharusnya mampu menjalankan misi transformasi dengan mempertahankan nilai budaya dalam berdialog. Terutama, penting untuk mempromosikan komunikasi yang baik dan hormat kepada seluruh ekosistem sekolah, stakeholder, dan masyarakat. Perubahan yang diusulkan guru seharusnya tetap memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.
Selain itu, Ki Hajar Dewantara mendorong guru untuk melihat keragaman peserta didik sebagai kekayaan di kelas. Guru seharusnya tidak mengenakan perlakuan yang sama pada semua peserta didik, melainkan harus bersikap seperti petani yang menanam dan merawat beragam tanaman dengan cara yang berbeda-beda.
Dengan memahami pemikiran ini, saya sebagai pendidik merasa perlu mengubah pendekatan dan praktik pembelajaran saya agar lebih mencerminkan visi Ki Hajar Dewantara.

Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku Anda setelah mempelajari modul ini?

Setelah mempelajari modul ini, terdapat perubahan dalam pemikiran dan perilaku saya.
Menurut Ki Hajar Dewantara, ada tiga prinsip penting yang dikenal sebagai 3 asas Trikon yang dapat memandu perubahan, yaitu Kontinuitas, Konvergensi, dan Konsentris.
Pertama, Kontinuitas mengacu pada pentingnya menjaga kelangsungan pembelajaran. Ini berarti bahwa dalam proses belajar, kita harus menjaga agar pembelajaran berlanjut secara berkelanjutan, sambil tetap menghormati dan memahami budaya dan sejarah yang menjadi bagian dari perubahan tersebut.
Kedua, Konvergensi menunjukkan bahwa pendidikan harus memberikan perhatian utama pada pembentukan manusia yang lebih manusiawi dan menguatkan nilai-nilai kemanusiaan kita. Ini berarti pendidikan harus mendorong pertumbuhan yang lebih baik dari segi nilai-nilai moral dan etika.
Ketiga, Konsentris menekankan pada penghargaan terhadap keberagaman dan pembebasan pembelajar. Artinya, pendidikan harus memberi ruang bagi keberagaman dan memungkinkan pembelajar untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi masing-masing.
Setelah memahami konsep-konsep ini dalam modul 1.1, sebagai seorang pendidik, saya mulai membuka pikiran bahwa sebagai guru, penting untuk tetap terbuka terhadap perkembangan zaman. Namun, saya juga menyadari pentingnya berperan sebagai filter yang membantu siswa dalam menyikapi perubahan-perubahan ini. Selain itu, saya merasa perlu menjadi agen perubahan dengan memegang teguh nilai-nilai budaya dalam berdialog.
Dengan kata lain, modul ini mengajarkan saya untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip Trikon dalam pendidikan saya, dengan tetap memperhatikan kontinuitas, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, dan menghargai keberagaman serta pembebasan siswa. Dengan begitu, saya dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih baik bagi siswa-siswa saya.

Apa yang dapat segera Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda mencerminkan pemikiran KHD?
Untuk segera mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam kelas saya, saya akan mengambil langkah-langkah berikut:
Mengakui potensi unik setiap siswa: Saya akan meyakinkan diri sendiri bahwa setiap anak memiliki bakat dan minat yang berbeda sesuai dengan kodrat alam mereka. Tugas saya sebagai pendidik adalah membimbing dan mendukung perkembangan potensi alamiah mereka menuju yang lebih baik sesuai dengan tuntutan zaman.
Menerapkan pembelajaran berbasis permainan: Saya akan mencoba menggunakan pendekatan pembelajaran yang melibatkan unsur permainan. Saya menyadari bahwa kodrat anak adalah bermain, sehingga pembelajaran yang menyenangkan akan lebih memotivasi dan efektif bagi mereka.
Memusatkan pembelajaran pada kebutuhan anak: Saya akan memberikan ruang, kesempatan, dan fasilitas seluas-luasnya agar anak-anak dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Ini akan membantu mereka mengembangkan bakat dan minat mereka secara lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, saya berharap kelas saya akan lebih mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan yang memerdekakan, menghormati keberagaman, dan membantu setiap siswa mencapai potensi mereka yang sejati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *